PT. cokro pondasi

Bore Pile Specialist - General Contractor - Sedot Lumpur

Portfolio
PT. Cokro pondasi adalah perusahaan terpercaya untuk kontraktor bore pile

Metode Kerja Bore Pile Mini Crane

30 September, 2016

Pengeboran dengan sistem wash boring:

Tanah dikikis dengan menggunakan mata bor cross bit yang mempunyai kecepatan putar 375 rpm dan tekanan +/- 200 kg. Pengikisan tanah dibantu dengan tiupan air lewat lubang stang bor yang dihasilkan pompa sentrifugal 3″. Hal ini menyebabkan tanah yang terkikis terdorong keluar dari lubang bor. Setelah mencapai kedalaman rencana, pengeboran dihentikan, sementara mata bor dibiarkan berputar tetapi beban penekanan dihentikan dan air sirkulasi tetap berlangsung terus sampai cutting atau serpihan tanah betul-betul terangkat seluruhnya. Selama pembersihan ini berlangsung, baja tulangan dan pipa tremi sudah disiapkan di dekat lubang bor. Setelah cukup bersih, stang bor diangkat dari lubang bor. Dengan bersihnya lubang bor diharapkan hasil pengecoran akan baik hasilnya. 

Proses pembersihan lubang;

Tahap kedua adalah pembersihan dasar lubang bor dari longsoran dan lumpur yang terjadi. Pembersihan harus dilakukan dengan alat pembersih khusus (cleaning bucket) dengan ukuran yang sesuai dengan lubang bor. Untuk memastikan bahwa lubang tersebut sudah bersih, maka sebelum dan sesudah pembersihan harus dilakukan pengukuran kedalaman dasar lubang bor dengan menggunakan pita ukur. Waktu untuk pembersihan dan kedalaman dari lubang bor setelah pembersihan dilakukan ini harus dicatat pada piling records.

Pemasangan besi beton dan pipa tremie

Tahap ketiga adalah penyetelan/pemasangan besi beton dan tremie. Kerangka baja tulangan yang telah dirakit di angkat dengan bantuan diesel winch dalam posisi tegak lurus terhadap lubang bor dan di turunkan dengan hati-bati agar tidak terjadi banyak singgungan dengan lubang bor.

Baja tulangan yang telah dimasukan dalam lubang bor ditahan dengan potongan tulangan melintang lubang bor. Apabila kebutuhan baja tulangan lebih dari 12 meter bisa di lakukan penyambungan dengan diiikat kawat beton dengan panjang overlap 30-40 D atau dengan cara las.

Setelah rangka baja tulangan terpasang, pipa tremi disambung dan dimasukkan kedalam lubang dengan panjang sesuai kedalaman lubang bor. Apabila pada waktu pemasangan baja tulangan terjadi singgungan dan terjadi keruntuhan di dalam lubang bor, maka diperlukan pembersihan ulang dengan memasang head kombinasi diameter 6″ ke diameter 2″. Dengan memompakan air kedalam stang bor dan pipa tremi, maka runtuhan-runtuhan dan tanah yang menempel pada besi tulangan dapat dibersihkan kembali.

Pengukuran kembali kedalaman pengeboran

Setelah tulangan terpasang di dalam lubang, maka harus dilakukan pengukuran kembali kedalaman lubang bor. Apabila ternyata terjadi pengurangan kedalaman lubang bor dibandingkan dengan kedalaman pada saat pembersihan selesai dilakukan, maka tulangan terpasang tersebut harns dikeluarkan dan pembersihan kembali lubang bor harus dilakukan

Peengecoran Beton.

Tahap keempat adalah pengecoran beton ke dalam lubang bor. Untuk memisahkan adukan beton dari lumpur bor pada pengecoran awal, digunakan kantong plastic yang telah diisi adukan beton dan diikat dengan kawat beton yang digantung di bagian lubang tremi.

Setelah tenaga cor siap, beton dia tampaung dia dalamd corong cor dan di tahan oleh bola bola beton pada kantong plastic. Setelah cukup penuh, bola kantong plastic dilepas sehingga terdorong beton yang ada di jalan lubang tremi. Selanjutnya penuangan beton dilakukan dengan cepat sehingga cukup untuk mendorong air lumpur bor yang ada di dalam lubang tremi. Slump adukan beton untuk bored pile tidak boleh terlalu rendah (minimal 16 cm) sehingga mudah mengalir dan mendorong lumpur yang ada di dalam lubang bor.

  • Pengecoran selanjutnya dilakukan secara berkelanjutan. Dengan sistem tremi ini pengecoran dimulai dari dasar lubang dengan mendorong air / lumpur dari bawah keluar lubang.
  • Setelah pipa tremi penuh dan ujung pipa tremi tertanam beton biasanya beton tidak dapat mengalir karena ada tekanan dari bawah. Untuk memperlancar adukan beton di dalam pipa tremi, dilakukan hentakan hentakan pada pipa tremi. Pipa tremi harus selalu terbenam dalam adukan beton dan pengisian dalam corong harus dijaga terus menerus agar corong tidak kosong.
  • Pipa tremi dilepas setiap 3 meter dan dilakukan setelah pipa tremi naik ke permukaan lubang lebih dari 3 meter.
  • Pengecoran dihentikan setelah adukan beton yang naik ke permukaan telah bersih dari lumpur. bila pengecoran dihentikan dibawah permukaan tanah (karena perhitungan adanya galian tanah), maka tinggi pengecoran minimal harus 0,5 meter di atas level rencana bagian atas bored pile (sampai beton pada rencana bagian atas tidak tercampur lumpur lagi).
  • Pembersihan dan pemasangan kembali.
  • Setelah pekerjaan pengecoran selesai, semua peralatan dibersihkan dari sisa beton dan lumpur dan di siapkan kembali untuk dipakai pada titik bor berikutnya.